Jaksa menolak pengaduan Balai Kota Baguio terhadap penutupan taman Igorot
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Taman hiburan Baguio, yang ditutup oleh Balai Kota, diperkirakan akan kembali beroperasi setelah pengaduan tersebut dicabut
BAGUIO, Filipina – Jaksa Kota Baguio telah menolak empat dakwaan pidana yang diajukan oleh Balai Kota terhadap pemilik taman pariwisata di kota Pinsao karena kurangnya kelayakan.
Pengaduan pemerintah daerah terhadap Pio dan Hajji Velasco, pemilik Kerajaan Batu Igorot, dibatalkan dalam keputusan dua halaman oleh Jaksa Oliver Isabelo Prudencio dan disetujui oleh Jaksa Kota Conrado Catral Jr. pada Senin, 13 Maret.
Properti Pinsao, sebuah taman hiburan budaya bertingkat seluas sekitar 6.000 meter persegi yang menampilkan pahatan batu tradisional Ifugao, terpaksa ditutup sementara sebelum pengaduan diajukan pada akhir tahun lalu.
Kantor Bangunan dan Arsitektur Kota (CBAO)-lah yang mengajukan pengaduan pada November 2022 atas nama pemerintah kota, dengan tuduhan bahwa Velascos melanggar Kode Bangunan Nasional.
Johny Degay, kepala CBAO, mengklaim bahwa pemilik taman hiburan terus melanjutkan pembangunan di lokasi tersebut meskipun ada perintah gencatan dan penghentian dari kantornya.
Degay mengatakan penyelidikan mereka menunjukkan bahwa properti tersebut memiliki beberapa bahaya keamanan. Ini termasuk struktur yang dibangun dengan teras batu pegas dan bangunan empat lantai yang belum selesai dengan dek atap dari beton bertulang dan balok berlubang.
Ia mengatakan, ada juga drainase dan jembatan baja, serta kubah batu berbagai ukuran dengan finishing interior batu tanpa penyangga apa pun kecuali tiang penyangga semen yang dimaksudkan untuk menahan batu agar tidak lepas.
Namun, jaksa penuntut menemukan bahwa keluarga Velascos mampu memenuhi persyaratan untuk mendapatkan izin dan mengatasi permasalahan yang muncul, dan bahwa Balai Kota benar-benar mengakui bahwa taman hiburan tersebut telah mematuhi peraturan tersebut, sehingga mendorong mereka untuk membatalkan tuntutan terhadap pemiliknya.
“Melihat permasalahan tersebut, nampaknya responden mampu memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam Keputusan Presiden 1096 mengenai bangunan yang diadukan,” bunyi resolusi tersebut.
Keputusan tersebut didasarkan pada surat tertanggal 13 Februari dari Velascos kepada kantor administrator kota (CAO) dengan dokumen pendukung penerbitan izin mendirikan bangunan.
Jaksa mengatakan mereka memandang penerimaan surat dan dokumen tersebut sebagai bukti bahwa pemerintah setempat mengakui kepatuhan lokasi wisata tersebut terhadap persyaratan.
Dengan ditolaknya pengaduan tersebut, taman hiburan yang ditutup oleh Balai Kota tersebut diperkirakan akan kembali beroperasi, namun pemiliknya belum memberikan pengumuman. – Rappler.com
Angel Castillo adalah Rekan Jurnalisme Aries Rufo.