Foto Anakbayan, KMU unjuk rasa saat karantina
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Foto-foto tersebut diambil saat rapat umum yang diadakan pada tanggal 4 Februari, lebih dari sebulan sebelum Luzon ditempatkan di bawah karantina komunitas yang ditingkatkan
Mengeklaim: Foto-foto menunjukkan kelompok sayap kiri Anakbayan dan Kilusang Mayo Uno (KMU) mengadakan unjuk rasa di tengah peningkatan karantina komunitas di seluruh Luzon.
Klaim tersebut sudah disampaikan pada 22 Maret, namun mulai muncul kembali pada 4 April hingga 7 April melalui beberapa postingan di Facebook. Postingan tersebut menggunakan foto unjuk rasa yang para pengunjuk rasa menggunakan papan bertuliskan Anakbayan dan KMU.
Satu postingan diberi judul, “Benar-benar keluar! Anda bahkan menggunakan QPass (karantina pass) Anda untuk keluar dan melakukan hal yang sama (Kamu benar-benar keluar! Kamu bahkan menggunakan kartu karantinamu untuk keluar dan melakukannya).”
Sementara itu, postingan lainnya berbunyi: “PERHATIKAN: Penyakit Kanker di Masyarakat dan Virus Corona di Masyarakat telah bersatu kembali. Daripada mematuhi Karantina Komunitas yang Ditingkatkan yang diberlakukan (PERHATIKAN: Penyakit kanker di masyarakat dan virus corona di negara ini kembali terjadi. Hal ini hanya bisa terjadi jika karantina komunitas semakin membaik).
Postingan ini ditandai oleh Pemeriksaan Klaim Facebook, sebuah alat yang mendeteksi postingan yang berpotensi mengandung informasi palsu.
Peringkat: SALAH
Fakta: Foto-foto tersebut diambil saat rapat umum yang diadakan pada tanggal 4 Februari, lebih dari sebulan sebelum Luzon ditempatkan di bawah karantina komunitas yang ditingkatkan.
Foto-foto ini asli ditempatkan melalui laman Facebook Anakbayan pada 4 Februari. “Beberapa kelompok saat ini mengadakan protes di depan Rumah Sakit Umum Filipina (PGH) untuk mengutuk kurangnya rencana perlindungan publik yang jelas dan lambannya tindakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Novel Coronavirus (nCov).,” bunyi keterangannya.
(Berbagai kelompok kini mengadakan demonstrasi di depan Rumah Sakit Umum Filipina untuk mengutuk kurangnya rencana yang jelas untuk melindungi masyarakat dan lambatnya tindakan pemerintah untuk membendung penyebaran virus corona baru.)
Sehari sebelum rapat umum ini digelar, Presiden Rodrigo Duterte mengatakan “semuanya baik-baik saja” di Filipina. Hanya ada dua kasus yang dikonfirmasi di negara tersebut pada saat itu.
Duterte mengumumkan penutupan Metro Manila pada 12 Maret. Seluruh wilayah Luzon kemudian dikunci atau ditingkatkan karantina komunitasnya pada 16 Maret. (MEMBACA: TIMELINE: Epidemi virus corona baru)
Hingga Selasa, 7 April, Filipina memiliki 3.764 kasus virus corona, dengan 177 kematian dan 84 pemulihan. – Loreben Tuquero/Rappler.com
Beritahu kami tentang halaman, grup, akun, situs web, artikel, atau foto Facebook yang mencurigakan di jaringan Anda dengan menghubungi kami di [email protected]. Mari kita lawan disinformasi Periksa fakta pada suatu waktu.